Inter News

Serie A

Bursa Transfer

Inter Dalam Sejarah

» » » » 10 Kapten Besar Sepanjang Sejarah Serie A

Sepanjang sejarah sepak bola Italia, ada banyak pemain hebat dan tim yang besar. Tentu tim besar juga memiliki pemimpin besar. Kami telah menyusun 10 kapten terbaik sepanjang sejarah Serie A. 
tidak hanya gelar, kesetian dan solidnya penampilan mereka merupakan faktor utama yang jadi penilaian. 
Berikut adalah 10 dari kapten terbaik sepanjang masa yang telah memimpin  di klub Italia:

1. VALENTINO MAZZOLA 
Ayah dari Legenda Inter dan legenda Italia Sandro Mazzola, Valentino Mazzola adalah kapten dari "Il Grande Torino" pada 1940-an.
Mazzola menjadi pujaan publik Venezia, memenangkan Coppa Italia pada tahun 1941 sebelum ia hengkang ke Torino dengan rekan setimnya Ezio . Bersama Il Toro, Mazzola memenangkan enam gelar liga dan Coppa Italia dimusim 1942-1943.Namun tragis, ia kehilangan meninggal bersama dengan rekan-rekan setimnya pada tanggal 4 Mei 1949 dalam sebuah berncana yang dikenal dengan Tragedi Superga.
Mazzola dianggap pesepakbola paling komplit dimasa nya. Wartawan olahraga terkenal Gianni Brera pernah menulis:
"Dia bisa seperti pelari cepat, berlari seperti seorang pelari jarak menengah dan menembak dengan kaki dengan sangat baik seperti striker. Dia bisa melompat seperti pemain akrobat, memenangkan bola kembali untuk pertahanan dan kemudian melakukan serangan yang ia sering selesaikan sendiri. Ia adalah seorang playmaker dan pemenang  dalam pertandingan. "
Ia adalah bagian penting saat masa kejayaan Il Grande Torino, Granata rekan setimnya Mario Rigamonti pernah berkata, "Valentino sendiri adalah setengah skuad Torino dan setengah lainnya terdiri dari sisa kita bersama-sama." 

2. FRANCO BARESSI
Sebuah produk dari akademi muda AC Milan, Baresi perlahan menjadi icon bagi Rossoneri. Setelah ditolak oleh Inter, ia akhirnya masuk ke skuad senior Diavolo di tahun 1978. Meskipun memenangkan gelar liga di musim 1978-79, AC Milan terdegradasi dua kali pada awal tahun 1980, namun  Baresi tetap setia kepada klub.

Ia menjadi kapten Rossoneri pada tahun 1982 dan mempertahankan posisi itu sampai ia pensiun pada tahun 1997. Baresi adalah pemimpin skuad AC Milan yang besar di tahun 1980-an dan 1990-an dan ia merupakan aktor yang sangat penting dalam sejarah Milan. 
Selama ia menjadi kapten , klub memenangkan lima scudetto, tiga Piala Eropa (Mauro Tassotti adalah kapten di 1994), tiga Piala Super Eropa dan dua Piala Intercontinental.

3. JAVIER ZANETTI
Massimo Moratti menjadi presiden Inter pada tahun 1995 dan salah satu pembelian pertamanya adalah bek kanan berusia 21 tahun dari klub Argentina Canfield, Javier Zanetti.
Zanetti muda dengan cepat bisa beradaptasi dengan sepakbola italia dan dimusim pertamanya ia tampil dalam 32 pertandingan liga .
Ia menjadi kapten klub pada tahun 1999 setelah Giuseppe Bergomi mengumumkan pensiun dan memegang rekor penampilan terbanyak untuk Inter dengan 858 pertandingan, 615 diantaranya merupakan penampilan nya di Serie A. Bersama Il Biscione ia memenangkan lima scudetto, empat gelar Coppa Italia dan Liga Champions 2010 dan Piala Dunia Antar Klub sebagai kapten dan dia juga bermain saat Inter meraih juara Piala UEFA ditahun 1998.

4. ALEXANDRO DEL PIERO
Del Piero adalah pemain yang identik dengan Juventus setelah bermain untuk La Vecchia Signora selama hampir 20 tahun.
Bergabung sejak berusia 18 tahun dari Padova pada tahun 1993, striker muda ini dianggap sebagai pengganti untuk superstar Italia Roberto Baggio. "The Divine Ponytail" dijual pada tahun 1995 setelah Del Piero memainkan peran kunci dalam perburuan scudetto Bianconeri tahun 1994-1995.
Juventus memenangi Scudetto  tahun 2001-02 adalah pertamakalinya dibawah kepemimpinan Del Piero dan mereka memenanginya  lagi di musim 2002-03 dan 2011-12.Gelar Serie A yang merekaraihsecara ilegal dari 2004-05 dan 2005-06 dicabut karena skandal Calciopoli dan La Vecchia Signora terdegradasi ke Serie B.
Del Piero tetap setia kepada Bianconeri dan membantu mereka kembali ke Serie A di musim 2007-08. Del Piero kemudian dibuang ke Australia pada tahun 2012 untuk bermain bersama Sydney FC dan mengakhiri kariernya pada tahun 2014 bersamatim Delhi dinamo di Liga India.
Del Piero memiliki produktivitas Gol dan penampilan lebih banyak  untuk Juventus dari pemain lain, dengan 290 gol dalam 705 pertandingan.

5. PAOLO MALDINI
Putra mantan bek dan kapten AC Milan  Cesare Maldini, Paolo Maldini mengikuti jejak ayahnya dan akhirnya memiliki karir bermain lebih terkenal.
Setelah melakukan debutnya saat berusia 16 tahun pada Januari 1985, Maldini menjadi skuad inti Rossoneri di musim 1985-86 dan ia adalah bagian dari periode emas Rossoneri di bawah Arrigo Sacchi dan Fabio Capello, dan memenangkan banyak gelar. Maldini menjadi kapten Diavolo pada tahun 1997 setelah Franco Baresi pensiun . Di bawah kepemimpinannya, mereka memenangkan gelar Serie A pada tahun 1998-99 dan 2003-04, 2002-03 Coppa Italia, dua Liga Champions, dua Piala Super Eropa dan FIFA Club World Cup pada tahun 2007.
Maldini pensiun pada tahun 2009 setelah 902 pertandingan dengan AC Milan termasuk 647 penampilan di Serie A.

6. DIEGO MARADONA
Maradona adalah percikan kreatif milik Napoli dan menjadi inspirasitim saat dia berkostum Napoli dimusim 1984-1991. El Pibe tiba dengan meriah di Naples dan Partenopei meraih liga dan piala ganda di 1986-1987, memenangkan scudetto lainnya pada 1989-90 dan mereka mengangkat Piala UEFA di musim 1988-89. Dibawah kepemimpinan Maradona, Napoli mampu mematahkan dominasi tim utara di Italia. Saat bermain bersama Napoli, Maradona memakai nomor 10 di Jersey nya, dan kinijersey engan nomor 10 sudah dipensiunkan sejak kepergiannya.

Maradona masih menjadi pencetak gol terbanyak untuk Napoli dengan 115 gol dalam 259 pertandingan di semua kompetisi, dengan 81 gol lahir di 188 pertandingan Seri A.

7. ARMANDO PICCHI
Meskipun ada pemain lain yang lebih baik sepanjang masa dengan Nerazzurri, Picchi adalah kapten dari "Il Grande Inter". bergabung dengan Inter sebagai bek kanan dari SPAL pada tahun 1960, pelatih Inter ketika itu Helenio Herrera mengubah posisinya menjadi sweeper dan ia adalah bagian penting dari skuara Il Biscione yang terkenal ketika itu dengan sistem catenaccio.
Inter memenangkan tiga scudetti, dua Piala Eropa berturut-turut dan dua Piala Intercontinental dengan Picchi sebagai kapten. Setelah kekalahan mengejutkan dari raksasa Skotlandia Celtic di tahun 1967 di Final Piala Eropa, Picchi dijual ke Varese sebelum ia pensiun dua tahun kemudian. Sayangnya ia meninggal karena kanker pada bulan  Mei 1971 di usia 35 tahun.

8. FRANCESCO TOTTI
Nama Totti identik dengan Roma dan ia telah menjadi ikon bagi penggemar Giallorossi selama lebih dari 20 tahun. Meski gelar yang ia persembahkan ke klub kurang, namun ia adalah salahsatu pemain paling loyal dalam sejarah sepakbola. Er Pupone menggantikan bek asal Brasil Aldair sebagai kapten Il Lupi pada tahun 1998 dan ia menjadi kapten termuda dalam sejarah Serie A dengan usianya yang baru genap 22-tahun. Roma memenangkan gelar scudetto pada musim 2000-01 dibawah kepemimpinan Totti serta Coppa Italia pada 2006-07 dan 2007-08. Totti adalah pemain dengan penampilan terbanyak ketiga di Serie A dengan 593 laga  dan ia merupakan pencetak gol terbanyak kedua sepanjang masa di liga dengan 244 gol, dan ini ia raih hanya dengan AS Roma.

9. GIANNI RIVERA
Salah satu pemain terbesar Italia yang pernah dihasilkan, Rivera adalah legenda di AC Milan. Setelah bergabung dengan Rossoneri saat berusia 16 tahun dari Alessandria pada tahun 1960, ia dengan cepat menjadi aktor penting sebagai pemain yang diperhitungkan kreativitasnya untuk raksasa Milan. 
Ia memenangkan scudetto di  musim 1961-1962 dan meraih gelar Piala Eropa di musim berikutnya.
Rivera dianugerahi kapten AC Milan pada tahun 1966 setelah Cesare Maldini pindah ke Torino dan  Diavolo memenangkan dua scudetto, empat gelar Coppa Italia, Piala Eropa dan Piala Intercontinental pada tahun 1969 dan dua Piala Winners Piala Eropa '. Dia pensiun pada tahun 1979 setelah 658 pertandingan dan 164 gol di semua kompetisi untuk Milan.

10. VIRGINIO ROSETTA
Rosetta adalah bintang untuk Juventus pada tahun 1920 dan 30-an setelah bergabung dari Pro Vercelli pada tahun 1923, di mana dia telah memenangkan dua gelar liga. Bek kanan yang meruapakan salah satu dari trio pertahanan Juventus yang kuat di masa itu. Rosetta dikenal sebagai salah satu bek pertama dalam sepak bola Italia yang sering membantu serangan bagi tim nya. Pemain ini juga dikenal sangat kuat dalam duel udara dan tanpa kompromi.
Ia memenangkan Prima Divisione di 1925-1926 dengan La Vecchia Signora dan dia merupakan kapten mereka dari tahun 1929 sampai 1935. Di bawah kepemimpinannya, Juventus memenangkan lima gelar Serie A berturut-turut. Periode inilah yang disebut sebagai "Quinquennio d'oro" atau "5 Tahun Keemasan".
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Muhammad Afdhal

Mahasiswa yang juga fans INTER since 2002

No comments

Serie A Dalam Sejarah

Video

Preview

Data dan Statistik

Lainnya