Inter News

Serie A

Bursa Transfer

Inter Dalam Sejarah

» » » » 11 Penjualan Buruk Inter Di Bursa Transfer

"Untuk semua pemain besar yang telah mengenakan jersey Nerazzurri, dan pemain-pemain yang tidak mampu untuk menyelesaikan karir dengan begitu baik di Stadion Giuseppe Meazza"

FCINTER-CAMPIONE.COM - Selama bertahun-tahun, Inter menjadi salah satu pesakitan di Bursa transfer. Mendatangakan pemain muda berbakat dan kemudian menjualnya dengan begitu cepat tanpa memberi mereka kesempatan yang lebih banyak untuk membuktikan diri. Dimulai Dari Roberto Carlos, Andrea Pirlo hingga Kovacic adalah bukti nyata ketidaksabaran manajemen Inter dalam mengasah bakat muda.  bahkan, beberapa pemain muda tersebut menjadi legenda bagi klub nya kelak setelah hengkang dari Inter. Lantas, siapa saja 11 pemain yang membuat Inter menyesal menjual nya ?

11. Roberto Carlos
Setelah mendatangkan bek kiri asal Brasil dari Palmeiras pada tahun 1995, Inter memutuskan untuk menjualnya setahun kemudian dan membuatnya di cap gagal bertahan di Serie A. "Roy Hodgson melatih di Inter dan menghancurkan saya," kata Carlos. "Ia memainkan saya di lini tengah dan saya harus mempertimbangkan bahwa ada kemungkinan bahwa ini akan merusak karir saya di tim nasional. Ini bukan berarti bahwa saya tidak memiliki hubungan yang baik dengan Hodgson. Hanya saja Hodgson tidak tahu banyak tentang sepak bola. " Carlos melanjutkan karir Di Real Madrid dan mengumpulkan banyak trofi, gelar dan penghargaan individu dengan klub ibukota Spanyol tersbut. selama beberapa dekade berikutnya dan ia dianggap sebagai salah satu bek kiri terbaik sepanjang masa. 

10. Andrea Pirlo
pirlo inter
Inilah salah satu  transfer yang paling menyakitkan, Nerazzurri memutuskan untuk menjual Piro kepada rival sekotanya AC Milan pada tahun 2001 dan Pirlo akhirnya menikmati masa-masa yang sangat sukses dengan klub sebelum memenangkan gelar lagi dengan Juventus beberapa musim kemudian. Setelah berjuang untuk menerobos lineup utama di Inter, penjualan adalah salah satu keputusan terburuk klub untuk membiarkan dia pergi tanpa memberikan dia kesempatan untuk menampilkan kemampuan penuh dan ia membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain besar di generasinya dan roh untuk kedua klub dan negara selama beberapa tahun. Pemain veteran ini sempat kembali dikaitkan kembali ke Inter pada jendela transfer Januari lalu, namun ia dengan tegas membantahnya di Twitter.

9. Clarence Seedorf
Sama halnya dengan Pirlo, pemain asal Belanda ini membuat langkah penting di Milan untuk bergabung dengan Rossoneri pada 2002 dan memainkan bagian penting dalam salah satu periode paling sukses klub dalam sejarah Milan. Seedorf memenangi dua gelar Serie A dan dua trofi Liga Champions bersama milan. Bersama Pirlo, Seedorf menjadi bagian penting dalam skuad AC Milan. 
Dengan begitu banyak gelar yang ia raih, tentu saja menjadikan keputusan membuang nya sebagai penyesalan bagi Inter Milan.


8. Fabio Cannavaro
Fabio cannavaro Inter milan
Bek Italia sudah membuktikan dirinya sejak junior di klub Napoli dan lebih mengesankan ketika memperkuat Parma di lini belakang bersama dengan pemain seperti Gianluigi Buffon dan Lilian Thuram. Setelah bergabung ke Inter pada tahun 2002, ia membuat lebih dari 50 penampilan di dua musim dengan klub, namun Cannavaro di rekrut Juventus pada tahun 2004 dengan pertukaran Fabian Carini untuk Inter milan. tranfer ini membuatnya tidak senang dengan Nerazzurri .
"Saya punya tahun terburuk dalam karir saya di Inter," Cannavaro mengakuiknya. "Dengan hanya 12 hari sebelum giornata 1, mereka menyingkirkan saya seperti itu. Saya kecewa dengan bagaimana saya diperlakukan. " Sisanya adalah sejarah bagi Cannavaro yang kemudian memenangkan penghargaan dengan Bianconeri serta mengangkat Piala Dunia pada tahun 2006 dan dianugerahi Ballon d'Or di tahun yang sama.

7. Robbie Keane
Robbie Keane Inter Milan
Sesuatu yang mengejutkan ketika Robbie Keane memilih pindah ke Inter Milan pada tahun 2000. Sebelum bergabung dengan Inter, Keane tampil sangat baik bersama Wolverhampton Wanderers dan Coventry City. Namun, mewahnya sambutan fans sejak kedatangannya, Keane tak mampu menampilkan penampilan terbaiknya dan hanya membuat enam penampilan dimusim pertamanya. pemecatan Marcello Lippi, membuat ia pindah ke Leeds United dengan status pinjaman.
Keane akhirnya memperkuat klub seperti Liverpool dan LA Galaxy, dan Tottenham Hotspur yang membuat dia mencetak lebih dari 80 gol untuk klub dan membuktikan bahwa ia lebih baik dari apa yang telah ia menunjukkan di Italia.

6. Dennis Berkamp
dennis berkamp inter
Pemain asal Belanda ini telah terbukti menjadi pemain spesial bersama Ajax, dan ia menolak kesempatan untuk pindah ke Spanyol karena ia percaya bahwa Serie A adalah "liga terbesar pada saat itu". Namun, waktunya dengan Inter tidak membawa kesuksesan yang ia harapkan dan setelah hanya dua tahun dengan Nerazzurri, ia dijual ke Arsenal pada tahun 1995. Bersama Inter, Berkamp membuat 52 penampilan dengan 11 gol.
Faktanya, Inter tentunya begitu meyesal melihat Berkamp ketika berseragam Arsenal dimana dalam 11 musim di Arsenal, ia telah menjadi legenda klub london tersebut dan menjadi tokoh penting dalam skuad emas Arsene Wenger.  Bergkamp memiliki patung di luar Emirates sebagai penghargaan klub kepada pemain ini.

5. Mikael Silvestre
Mikael silvestre inter
Itu bukan pilihan yang bahagia dalam karir pemain Prancis ini di Inter, dengan hanya satu musim dengan Inter Milan, ia terganggu oleh isu-isu dan mematikan lapangan dengan cedera dan dugaan masalah dengan sikapnya. Direkrut Inter dari Rennes dengan reputasi besar, dia tidak mampu menampilkan kemampuan di lapangan dan hanya mencatat 18 penampilan bersama I Nerazzuri. 
Nasib berbeda ia rah ketika Inter menjual nya ke Manchester United pada tahun 1999. Di Old Trafford , pemain ini tampil dalam 200 laga besrsama setan merah dan memenangkan lima gelar liga dan piala Liga Champions.

4. Leonardo Bonucci
Apakah Bonucci akan matang menjadi pemain jika sampai hari ini  ia tetap tinggal di Inter masih menjadi misteri, saat bek Italia ini diragukan kemampuan nya di Inter Milan dan dipinjamkan sejak 2007-2009 ke Treviso dan Pisa hingga kemudian direkrut Bari pada musim 2009-2010. Penampilannya untuk Galletti cukup untuk meyakinkan Juventus, dan di bawah asuhan  Antonio Conte, ia memjadi bek tangguh di lini belakang Bianconeri dan mendominasi di Serie A selama empat tahun terakhir. 

Masih berusia 28 tahun, pemain internasional Italia kemungkinan akan terus membuktikan bahwa Inter salah hanya memberikan dia beberapa penampilan terutama di Coppa Italia.

3. Mattia Destro
Mattia Destro Inter milan
Setelah menembs tim utama  Inter dari skuad primaveranya, Destro tidak pernah tampil untuk skuad senior selama lima tahun dengan Inter, meskipun ia membuktikan dirinya sebagai striker haus gol untuk tim Primavera.
Setelah pindah ke Genoa sebagai bagian dari kesepakatan transfer Andrea Ranocchia ke Inter, ia menikmati masa terbaik dalam karirnya sejauh ini di Roma di mana ia mencetak banyak gol bagi serigala ibukota. walaupun sempat gagal ketika ia dipinjamkan ke AC Milan, kini ia berharap bahwa sebuah awal baru dengan Bologna akan memberinya kesempatan untuk kembali ke mencetak banyak gol. 
Saat ini, Destro telah menyumbang 8 gol dalam 25 laga nya untuk Bologna.

2. Philipe Coutinho
Wonderkid asal Brasil ini bisa dibilang contoh sempurna dari berada di klub yang salah pada waktu yang salah. Meskipun sempat  dipinjamkan dengan mantan klubnya Vasco de Gama dan Espanyol dalam upaya untuk mengasah kemampuannya, hal ini hanya sia-sia dan tidak bekerja untuknya di Italia. masalah cedera dan tekanan menjadi bagian penting bagi Inter Milan yang saat itu sedang membangun kembali tim pasca  treble winner mereka di tahun 2010 adalah terlalu besar tekanan tersebut untuk Coutinho, dan ia pindah ke Liverpool pada 2013.
Langkah awal baru tersebut sangat benar bagi pemain berusia 23-tahun ini dimana di Liverpool ia tampil mengesankan di bawah Brendan Rodgers, dan sekarang akan berharap untuk melanjutkan tren  positifnya dibawah bimbingan Jurgen Klopp.
"Saya ingin pemain muda untuk tumbuh dan berhasil di sini, ketika saya melihat mereka bermain untuk klub lain, itu membuat saya sedih," kata direktur olahraga Inter Piero Ausilio pada bulan April.

1. Mateo Kovacic
Tidak ada yang tau maksud Inter menjual playmaker Kroasia ini pada musim panas tahun lalu, ke Real Madrid. Krtikikan fans pada manajemen tak digubris yang saat itu ngotot ingin mejual nya dan mendatangkan pemain lainnya yang lebih matang dari Kovacic. Mungkin Interisti begitu familiar dengan hastag #SAVEKOVACIC . Ya, Interisti tentu tak ingin lagi kehilangan mutiara muda nya yang kemudian begitu ganas ketika membela klub lainnya. 
Meskipun pemain yang kini berusia 21 tahun belum sepenuhnya tampil meyakinkan di ibukota Spanyol, penampilannya belakangan ini diprediksikan  dapat menjadi bagian penting dari rencana Zinedine Zidane.
Dengan semua kesalahan yang telah dijelaskan di atas, Inter akan berharap bahwa mantan gelandang mereka ini tidak akan membuat manajemen Inter menjual nya dengan harga € 32 juta, dan berharap Kovacic bisa kembali dan menjadi bagian penting dari masa depan mereka.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Muhammad Afdhal

Mahasiswa yang juga fans INTER since 2002

No comments

Serie A Dalam Sejarah

Video

Preview

Data dan Statistik

Lainnya