Inter News

Serie A

Bursa Transfer

Inter Dalam Sejarah

» » » » » » 5 Fakta Unik Jelang AS Roma vs Inter Milan

Berikut merupakan sedikit data dan fakta menjelang laga AS Roma vs Inter Milan dalam lanjutan Serie A Giornata ke 30 musim 2015/2016.

1. Inter Ingin Kembali Hentikan Rekor Roma
Giallorossi ingin mengincar sembilan kemenangan berturut-turut saat menjamu Inter di Stadion Olimpico malam nanti, sementara Inter merupakan klub pemegang rekor 16 kemenangan beruntun di Serie A. Uniknya lagi, Inter merupakan klub yang selalu menjadi perusak rekor bagi Serigala Ibukota.  Ingatkah anda ? Lebih dari satu dekade yang lalu - pada tanggal 5 Maret 2006 tepatnya di giornata 28- Roma yang sedang menikmati rekor 11 kemenangan beruntun kedatangan tamu anak asuh Roberto Mancini di ibukota. Rodrigo Taddei membuat asa tuan rumah melambung saat ia mencteka gol pada menit ke 9. Asa 12 kemenangan beruntuk buyar saat Marco Materazzi mencetak gol penyama kedudukan di menit akhir pertandingan. Rekor Roma hanya bertahan 11 Kemenangan beruntun. 
malam nanti, Dengan sembilan pertandingan tersisa musim ini, Nerazzurri harus menang atas skuad asuhan Luciano Spalletti untuk mencapai Liga Champions musim depan.

2. Reuni Dua Pelatih Besar Pasca Calciopoli
Spaletti dan Mancini sebelumnya pernah sama-sama saling mengalahkan di Serie A. Dan kedua nya juga sempat tak pernah berhadapan ketika melatih diluar Serie A. Roberto Mancini kembali ke Inter lebih dari setahun yang lalu, sementara Luciano Spalletti kembali ke Roma mengisi kursi panas Roma pertengahan Januari lalu untuk menghidupkan kembali laga yang mendominasi Serie A pasca skandal Calciopoli .
Saat Juventus terdegradasi dan tetangga Inter, AC Milan mengalami perununan performa pasca Calciopoli, Nerazzurri melaju sendirian. Hanya Roma yang setia menempel Inter di klasemen Serie A ketika itu. Di Liga, Roma boleh dipercundangi Inter. Namun tak berlaku di Coppa Italia. Anak asuh pelatih berusia 57 tahun ini menjadi penjegal langkah Inter untuk merengkuh dua gelar domestik sekaligus saat Roma menjuarai Coppa Italia. tak hanya disitu, Roma juga menjegal langkah Inter di Supper Coppa.  Kali ini, bukan menjegal Inter merengkuh gelar, namun Roma akan membunuh asa Inter untuk tampil di liga Champion musim depan. 

3. Kesempatan Eder
Nerazzurri bekerja keras untuk membawa striker asal Brasil ke kota Milan pada bursa transfer musim dingin lalu, namun, meskipun menjadi satu-satunya pemain baru bagi Roberto Mancini, belum menjaring satu gol pun. Bahkan, di tujuh pertandingan bersama Inter, striker berusia 29-tahun ini gagal memanfaatkan darisekian banyk peluang yang ia dapat. 
Jika  mantan pemainn Sampdoria ini bisa menemukan naluri golya saat menghadapi Roma, maka penampilan buruk di 7 laga sebelumnya akan dilupakan oleh Interisti.

4. Lini Depan Roma Lebih Unggul
Mauro Icardi akan absen dalam laga krusial ini. Ivan Perisic diharapkan memikul beban mencetak gol dalam formasi yang akan akan digunakan oleh Roberto Mancini dalam false nine nya. Pemain asal kroasia ini diharapkan tampil ganas seperti dua laga sebelumnya. Disisi Roma, Luciano Spalletti kemungkinan besar akan kembali memainnkan legenda Roam, Francesco Totti. Di lini depan, absen nya Icardi tentu saja merugikan Inter. berbanding terbalik dengan AS Roma yang bisa turun dengan kekuatan penuh di linidepan yang di huni Diego Perotti, Stephan El-Shaarawy dan Mohamed Salah. Roma juga unggul jauh dalam hal produktifitas Gol. Roma menorehkan 61 gol berbanding 39 gol milik Inter.

5. Duel Dua Tukang Jagal Di Lini Tengah
Gary Medel keluar sebagai pemenang di pertemuan pertama Liga Serie A musim ini atas Nainggolan, Gelandang internasional Chile ini pun jauh lebih suukses dalam merebut bola dari kaki Lawan. Namun, gelandang Roma Radja Nainggolan, juga memiliki gaya bermain yang sama dengan Medel. Keras dan tanpa kompromi. terbukti dengan 10 kartu kuning didapat  nya berbanding 7 milik medel. 
Dari segi tackling , Nainggolan dalam 25 penampilan di liga membukukan rata-rata 1.9 per game, nilai yang sama dengan Medel yang ia dapat dalam 23 Penampilan musim ini di Liga.
Untuk Intercept,  Medel dalam 23 penampilan mebukukan rata-rata 1.9 per game berbanding 1.2 milik Nainggolan.
(Sumber data : whoscored.com)
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

About the Author Muhammad Afdhal

Mahasiswa yang juga fans INTER since 2002

No comments

Serie A Dalam Sejarah

Video

Preview

Data dan Statistik

Lainnya